Mengenal Lebih Dekat
GOA MARIA LAWANGSIH
PENGANTAR
Suatu ketika ada peziarah yang bertanya kepada saya; “Romo,
DEMOGRAFI
Gua Maria Lawangsih terletak di Perbukitan Menoreh, perbukitan yang memanjang, membujur di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, (Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo). Di tengah perbukitan Menoreh, bertahtalah Bunda Maria Lawangsih (
SEJARAH
Goa Maria Lawangsih adalah Goa Maria yang pada awalnya adalah sebuah goa Lawa (
Awalnya, Goa Lawa hanyalah tanah grumbul (semak belukar) yang memiliki lubang kecil di pintu goa (+1 m2), namun lorong-lorongnya bisa dimasuki oleh manusia untuk mencari kotoran Kelelawar sampai kedalaman yang tidak terhingga. Namun karena faktor tidak adanya penerangan dan suasana dalam goa yang pengap, maka tidak banyak penduduk yang bisa masuk ke dalam goa. Pada tahun 1990-an, Goa Lawa sempat dijadikan oleh Muda-Mudi Stasi Pelemdukuh untuk tempat memulai berdoa Jalan Salib (Stasi), namun setelah itu tidak ada perkembangan yang berarti sampai tahun 2008.
Pada bulan Juli 2008, Goa Lawa yang semula milik keluarga T. Supino (Ketua Stasi SPM Fatima Pelemdukuh), telah dihibahkan kepada Gereja. Pembangunan Goa Maria Lawangsih untuk menjadi tempat berdoa (Panti Sembahyang) adalah atas inisiatif Romo Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Nanggulan ini yaitu Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr, setelah beberapa kali masuk dan meneliti kemungkinan Goa Lawa menjadi tempat doa. Pada awalnya, Romo Ignatius Slamet Riyanto, hanya ingin menjadikan tempat yang awalnya “dianggap keramat” oleh penduduk sekitar, menjadi tempat yang nyaman bagi umat sekitarnya untuk berdoa. Namun rupanya ada banyak orang yang tahu dari mulut ke mulut (Jawa: gethok tular) tentang keberadaan tempat ziarah ini, sehingga makin lama semakin banyak peziarah yang datang dari Bandung, Surabaya, Lampung, Jakarta, Semarang, dan kota-kota besar lainnya, bahkan berdasarkan data dari buku tamu yang disediakan beberapa kali ada peziarah dari luar negeri (Belanda, Perancis dan Australia) yang datang ke sana.
Pembangunan yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh umat dan didukung keinginan umat untuk memiliki tempat berdoa di tempat terbuka dan memiliki sumber air, begitu besar, sehingga membuat hibah tanah dan Goa Lawa menjadi suatu pilihan yang menarik untuk ditindaklanjuti. Langkah yang diambil pihak Gereja adalah dengan dibangunnya goa tersebut menjadi suatu tempat berdoa yang diinginkan umat. Sejak saat itu, tanah di sekitar Goa Lawa dibersihkan, yang pada awalnya hanyalah sebuah lubang/goa kecil, tanah yang berada di sekitarnya digali, hingga akhirnya lubang di sekitar goa bisa menjadi seperti saat ini. Batu besar ( + 8m2) dan tanah yang menutup lubang goa perlahan-lahan dibongkar dan dibersihkan.
Pengerjaan Goa tidak menggunakan alat-alat berat/modern. Di sinilah mukjizat itu terjadi. Selama hampir satu tahun, umat Katolik dan warga sekitar Goa Lawa bekerja bersama, menggali tanah, mengangkat, membersihkan dan membuat Goa menjadi seperti saat ini. Semua dilakukan dengan penuh semangat, kerjasama dan pelayanan. Nama Goa Lawa ingin dipertahankan oleh umat, agar menjadi prasasti bagi tempat peziarahan umat Katolik. Akhirnya, Goa Lawa diberi nama baru:
Lawangsih dapat diartikan demikian. Kata Lawang dalam Bahasa Jawa mengandung arti pintu, gapura atau gerbang. Kata sih (asih) artinya kasih sayang, cinta, berkat, rahmat. Secara rohani, Lawangsih menunjuk makna Bunda Maria sebagai gerbang surga, pintu berkat. Dalam keyakinan kita, Bunda Maria adalah perantara kita kepada Yesus (per Maria ad Jesum), Putranya yang telah menebus dosa manusia dan membawa pada kehidupan kekal.
Perarakan “Mboyong Sang Ibu” diikuti oleh 700an umat Stasi SPM Fatima Pelemdukuh dan sekitarnya. Ekaristi yang dilakukan pada tanggal 01 Oktober 2009 diawali dari Gereja (yang berjarak 500 m), dengan mengarak patung Bunda Maria menuju Goa Maria Lawangsih. Semua umat mengarak Bunda Maria dengan penuh keheningan (wening ing bathin), berdoa di dalam batin mohon karunia Roh Kudus agar memberkati umat dalam peziarahan di dunia ini. Umat juga berdoa agar tempat peziarahan Goa Maria Lawangsih menjadi tempat mereka menimba kekuatan iman, agar mampu menghadapi tantangan kehidupan ini. Ekaristi dengan menggunakan Bahasa Jawa dan iringan gamelan menambah aura rohani merebak di Goa Maria Lawangsih. Pukul 16. 00 WIB, Bunda Maria diberkati dan ditahtakan. Banyak umat meneteskan air mata, tatkala Sang Ibu, dengan penuh senyum mengundang umat untuk berdoa dengan perantaraannya.
Seusai Ekaristi, umat berhamburan berdoa di hadapan Bunda Maria dan berebut masuk ke dalam Goa Lawangsih, dimana kemahabesaran Allah sungguh nyata. Sebuah karya nan indah dari Sang Arsitek membuat umat terpana. Karya Tuhan sungguh mahaindah. Sebuah goa yang penuh dengan stalagtit dan stalagmit dengan gemercik air yang keluar dari sumber air di dalam
Akhirnya, saat ini umat Paroki SPM Tak Bernoda Nanggulan sudah memiliki Goa Maria Lawangsih sebagai rangkaian dari Goa Maria Pengiloning Leres yang sudah ada.
CIKAL BAKAL
Goa Maria Lawangsih merupakan langkah peziarahan iman umat Stasi SPM Fatima Pelemdukuh, yang selama ini berdoa kepada Bunda Maria di Goa Maria Pengiloning Leres (Cermin Kebijaksanaan), sebuah Goa Maria di atas Kapel Stasi SPM Fatima Pelemdukuh. Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Maria Lawangsih, merupakan goa alam, namun hanya kecil. Letak Goa Pengiloning Leres yang berada di atas Kapel SPM Fatima Pelemdukuh, tidak terlalu jauh dari Goa Maria Lawangsih.
Di samping goa, bertahtalah Patung Kristus Raja yang memberkati yang tingginya 3 meter. Di belakang goa terdapat ruang doa yang cukup luas, bersih, dan teduh.
Mengingat tempatnya yang jauh dan terpencil dari
Arsitektur yang digunakan oleh Kapel menarik sekali. Penataan batu-batu alami di sisi barat Kapel menambah keasrianya. Pemertahanan bentuk alami batu kapur tanpa tembok ini adalah sesuai dengan anjuran Romo YB. Mangunwijaya yang merupakan arsitek handal. Di belakang Altar dihiasi dengan lukisan-lukisan Gunungan Wayang yang menggambarkan Kerajaan Surga, lukisan Rusa dengan hamparan rumput yang luas menghijau juga terpampang di sebelah kiri altar, di belakang patung Bunda Maria. Di atas
Bila dilihat dari bawah, Goa Maria Pengiloning Leres ini nampak seperti bahtera. Bahtera Nabi Nuh yang pada zaman dahulu telah menyelamatkan manusia dan mahkluk-makhluk lainnya di atas bumi dari air bah. Bentuk bahtera ini kemudian semakin disempurnakan dengan adanya patung Kristus Raja Semesta Alam sebagai nahkoda bahtera tersebut. Patung ini adalah karya dari Romo A. Tri Wahyono Pr.
Sekarang, lengkap sudah penampilan bahtera tersebut, ada Tuhan Yesus sebagai nahkoda yang selalu membimbing dan memberkati semua umat Katholik di Stasi Pelem Dukuh. Tempat ini kelak menjadi Golgota dan tempat Bunda Maria Berduka Cita memangku Sang Putra yang telah wafat tersalib (pieta). Goa Maria Lawangsih menjadi awal peziarahan umat, menimba kekuatan melalui Bunda Maria, mengikuti jalan Salib Tuhan Yesus dan menuju pada Golgota. Di
INFRASTUKTUR
Kekhasan Goa Maria Lawangsih yakni eksotisme goa alamnya.
Goa Maria Lawangsih sama sekali belum tersentuh oleh pembangunan secara modern, sungguh-sungguh alami. Selain itu, goa ini dibangun oleh umat yang secara sukarela setiap hari bekerja bakti, bahu membahu, saling mendukung dengan kerja tangan mereka. Dengan senyum, canda, dan penuh semangat iman, selama hampir satu tahun umat mengolah tanah grumbul (semak belukar) menjadi tempat peziarahan Maria yang sangat indah, dengan bukit-bukit batu di sekitar goa, dengan stalagtit dan stalagmit di dalam goa, dengan gemercik air yang mengalir tiada henti, meski kemarau yang sangat panjang sekalipun.
Pemandangan alam sekitar juga sangat indah. Sejak masuk ke daerah Nanggulan dan selama perjalanan 13 km dari Nanggulan menuju Goa Maria Lawangsih, peziarah akan melihat pemandangan yang indah, perbukitan Menoreh, Gunung Merapi, dan jika melihat arah selatan akan kelihatan pemandangan Pantai Laut Selatan di kejauhan. Pada malam hari, peziarah akan melihat pemandangan
Sejauh mata memandang, kita akan menyaksikan rindangnya pohon dan hamparan sawah yang menghijau. Sesekali kicau burung yang bernyanyi memanjatkan syukur kepada Sang Pencipta juga terdengar. Di bawah goa, terdapat sungai yang mengalir membelah dusun. Jauh dari kesan sungai di
Di belakang Patung Bunda Maria, terdapat lorong goa yang sangat panjang, dalam dan indah dengan stalagtit dan stalagmit yang mempesona, di dalamnya juga terdapat sumber air yang mengalir tiada henti, jernih dan sejuk, yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar goa Maria. Kelak air ini akan ditampung dan dijadikan tempat “menimba air kehidupan” dan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungguh ajaib, Bunda Maria juga memberikan berkatNya. Di depan Bunda Maria, terdapat goa yang cukup lebar, memanjang sampai pada kedalaman yang tak terhingga. Namun sayang, 300 meter setelah pintu goa, sudah menyempit, meski di dalam
Fasilitas untuk peziarah secara umum sudah tersedia meskipun dalam nuansa kesederhanaan. MCK Kamar mandi, WC/toilet, sudah tersedia dengan air yang melimpah. Air jernih dari bawah Bunda Maria dialirkan menuju sebuah bak penyaring yang nantinya menjadi air yang bisa dipakai peziarah untuk dibawa pulang atau untuk diminum langsung. Air ini juga dialirkan ke kamar mandi di bawahnya, sehingga air di kamar mandi/WC sangat jernih dan layak untuk para peziarah. Jalan menuju Goa Maria Lawangsih juga sudah layak untuk menjadi jalan bagi kendaraan peziarah. Pada bulan Nopember 2010, jalan yang melingkar di sekitar Goa Maria Lawangsih sudah diaspal oleh warga di Purwosari.
Perjalanan menuju Goa Maria Lawangsih dapat di tempuh dengan mengendarai sepeda motor, minibus, atau mobil pribadi. Sampai sekarang, bus besar masih sulit untuk menjangkau Goa Maria Lawangsih, karena adanya beberapa tikungan kecil. Apabila menggunakan bus besar/pariwisata, peziarah dapat transit di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Karang, Nanggulan, Kulon Progo,
Tulisan ini dibuat dan dirumuskan oleh Panitia Pembangunan dan Pengelola Goa Maria Lawangsih dari tulisan Rm. Ignatius Slamet Riyanto, Pr
Info lebih lanjut dapat dibuka di: guamarialawangsihnanggulan.blogspot.com, atau facebook:guamarialawangsih.nanggulan@gmail.com).
NB. Contact Person: Rm. Ignatius Slamet Riyanto, Pr. Pastoran SPM Tak Bernoda Nanggulan
Karang, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo,
Berita dan Info
EKSPEDISI KE GUA MARIA LAWANGSIH NANGGULAN
Gua ini sebelumnya adalah milik Ketua Stasi Pelem Dukuh yaitu Bapak Th. Supino yang kemudian diberikan hak pakainya kepada Gereja sebagai tempat berdoa. Pembangunan gua alami ini menjadi tempat berdoa adalah atas inisiatif romo paroki pada waktu ini yaitu Romo Slamet Pr. Selain itu, keinginan umat untuk memiliki tempat berdoa di tempat terbuka dan memiliki sumber air, begitu besar, sehingga membuat hibah Goa Maria dari ketua stasi menjadi suatu pilihan yang menarik untuk ditindaklanjuti. Langkah yang diambil pihak stasi adalah dengan dibangunnya goa tersebut menjadi suatu tempat berdoa yang diinginkan umat.
“Pembangunan gua ini dimaksudkan untuk melengkapi adanya Gua Maria Pangiloning Leres yang terletak di atas bukit” ungkap Ibu Ngatilah. Saat ini, Gua maria Lawaningsih belum selesai dikerjakan pembangunannya. “Warga Pelem Dukuh sendiri yang bergotong royong meratakan pelataran goa agar bisa dijadikan tempat berdoa. Pembangunan telah dimulai pada bulan September dan belum selesai sampai sekarang. Saat ini, masih kurang adanya fasilitas berdoa seperti rumah kecil untuk berteduh bila hujan. Jadi, bila hujan, ruang depan gua dan sisi samping gua yang cukup luas adalah tempat berteduh. Faktor dana adalah salah satu kendalanya meskipun telah dibantu oleh sumbangan dana dari para donatur dan dana dari umat sendiri” tambah Bapak Wakidi.
Misa pertama pada gua ini telah dilakukan pada bulan Desember tahun 2009. Tempatnya yang luas membuat umat tidak perlu terlalu berdesakan. Letaknya yang berada di dekat perkebunan warga menambah asrinya Gua Maria ini. Rencananya dari Gua Maria Lawangsih akan dibangun tempat untuk jalan salib menuju Puncak Golgota yaitu Gua Maria Pangiloning Leres yang teletak di puncak bukit, disanalah jalan salib akan berakhir.
Slide Galeri Foto Gua Maria Lawangsih


Sekarang Jam :
Blog Archive
-
▼
2010
-
▼
Maret
- Peziarahan Uskup Bandung “Sowan” Sang Ibu Maria La...
- KOTBAH PEMBUKAAN BULAN ROSARIO 2009
- DASAR PENGHORMATAN KEPADA BUNDA MARIA
- Belajar dari Maria. YANG DIKANDUNG TANPA DOSA (IMM...
- MENELADAN BUNDA MARIA, TELADAN UMAT BERIMAN (dari ...
- PERJALANAN ROHANI BUNDA MARIA ADALAH PERJALANAN IM...
- GUA MARIA PENGILONING LERES - CIKAL BAKAL GUA MARI...
- GEREJA STASI SPM FATIMA PELEMDUKUH
- EKSPEDISI KE GUA MARIA LAWANGSIH NANGGULAN
-
▼
Maret
saya orang pelem dukuh ali lho romo, tadi ke gereja, romo yang mimpin misa. windiarti
Posted on 14 Maret 2010 pukul 17.10
Semoga tahap pembangunannya berjalan lancar. Petunjuk2 diperbanyak, jalan kalo bisa diperlebar. hehe. Katanya nanti bakal ada orang yg jualan di bawah, jaga2 kalo ada yg lapar/haus & butuh t4 air/cinderamata khas Lawangsih
Posted on 17 Maret 2010 pukul 08.37
pancen ing tegah2e tetuwuhan, kewan, ilining banyu, hawa alam, niki firdaus e Kulon Progo kangge pangolahing rohani.
Kayu2 saka pendhopo wektu kepungkur seg dipasah, sakmenika temtu luwih mranani wonten pendhoponipun. Matur Nuwun... Kembang kenanga dipethik dewa, ingkang tresna sederek sedaya.
Wedang bubuk gula jawa, yen kepethuk ati lega.
Sega kupat areh santen, kula lepat nyuwun ngapunten.....
Posted on 31 Maret 2010 pukul 18.35
kuserahkan hidupku...
Posted on 5 April 2010 pukul 14.49
sudah 10 tahun ku tinggalkan, rasanya ingin kembali. perubahan yang sangat menakjubkan.
Posted on 6 April 2010 pukul 22.02
ingin ku kesana.. bukan sekedar berkunjung tapi mengucap syukur dan mendonga... semoga pembangunan Goa Maria Lawangsih ini lancar..amin.
Posted on 12 April 2010 pukul 15.33
di sini ada penginapan ga
Posted on 14 April 2010 pukul 11.02
Kebangeten.....!! aku sing bocah clampeyan asli, jan blass.. durung tilik
Posted on 16 April 2010 pukul 15.33
saatnya menunjukkan bahwa masyarakat Pelem Dukuh menjadi contoh bagi umat seantero jagat, bahwa orang katholik itu : sederhana, penuh cinta kasih, tidak sombong, suka menolong yang kesulitan, jauh dari keserakahan....wis pokoke maju terusss....AMIN
Posted on 24 April 2010 pukul 09.31
ada yang tau letak posisi geografisnya ngga ya...
saya pernah mau kesana, sudah naik turun gunung dan tanya penduduk kok pada blm tau ya..
juga mungkin waktu itu belum ada petunjuk arah yg jelas..
sempet kecewa juga sih, tapi aku ingin tau keindahan gua maria ini..
Posted on 5 Mei 2010 pukul 19.05
kamis tgl 13 Mei 2010 rombongan kami akan berziarah ke GM Lawangsih. Semoga dapat terlaksanakan dengan lancar. Berkah Dalem
Posted on 8 Mei 2010 pukul 10.06
Tuhan KuasaMu sungguh Besar
Posted on 15 Mei 2010 pukul 23.23
Wah kayaknya menarik nih tempatnya, kapan-kapan aku tak ziarah dech...kan tidak jauh dari rumahku....
Posted on 17 Mei 2010 pukul 11.45
aku ya tak mrono ah sesuk tapi ra reti dalane je muga2 ra keblasuk ya cah....
Posted on 18 Mei 2010 pukul 15.10
Lingkungan santo Paulus Paroki Santo Yosep Purwokerto mau jiarah ke gua Maria Lawang Sih Minggu, 23 Mei 2010.
rencana Sabtu,22 Mei 2010 pukul 16.00 berangkat menuju Ganjuran, menginap di bantul pagi dilanjutkan ke Gua Tritis kemudian dilanjutkan ke Sendang Jatiningsih dan berakhir di Lawang Sih selamat sukses selalu tuk semua rombongan Berkah Dalem Aminnnnnnn.
"H.Kdt Supadmo"
Posted on 21 Mei 2010 pukul 14.25
Gua Maria yang asri, alami, dan menyentuh nurani-sudjono
Posted on 7 Juli 2010 pukul 04.44
Uapik tenan.....
Posted on 6 Agustus 2010 pukul 17.50
pengen buanget deh ziarah... Org pelem dukuh asli tp belum pernah ziarah,,apa mw dikata klo sudah tuntutan kerjaan. Semoga makin banyak jemaat yg terberkati amin.... (lucee)
Posted on 10 Agustus 2010 pukul 02.39
saya kok yo gak ngerti ya... padahal kulo lare njoso.... berkah dalem
Posted on 11 Agustus 2010 pukul 15.45
Dalam perjalana menuju gua Maria Lawangsih...mata kita benar-benar disegarkan oleh keindahan alam yang hijau dipegunungan yang cukup....waaaaw...Indah banget. Bukit yang sejuk, hijau dan begitu alami. Setelah masuk...semakin terasa... sambutan masyarakat Nanggulan yang begitu ramah.
Waktu mulai masuk ke lokasi Gua maria, terasa sekali. Benar-benar Lawangsih adalah tempat doa yang begitu tenang dan damai.
Nah, setelah masuk sampai Gua Maria Lawangsih...Melihat Bunda Maria yang di tahtakan disana...huhhhhhh...begitu terasa dihati....Bunda Maria menyambutku. Saat aku terdiam dalam doaku...benar-benar menyatu dengan alam. Terdengar tetesan air, sejuk, tenang dan begitu damai...Tak terasa..air mataku mengalir karena terasa begitu dekatnya aku dengan Bundaku...Terima kasih Tuhan...karena atas izinMu Bunda Maria menyambutku dengan penuh kasih...
Posted on 25 Oktober 2010 pukul 07.43
TRUS PATUNG MARIA ITU DULU SIAPA YANG BUAT KOK TIBA TIBA ADA DISITU?? BUKANKAH DALAM AJARAN NASRANI DILARANG MEMBUAT PATUNG?????
Posted on 10 November 2010 pukul 11.59
24 Oktober 2010 lalu saya berkunjung untuk kali pertama ke Gua Maria Lawangsih ini, agendanya adalah survei lokasi sebelum saya bersama rombongan para jurnalis katolik untuk ziarah ke tempat ini (akhirnya gagal karena para jurnalis disibukkan meliput merapi).
Takjub dan Bersyukur setelah saya dan beberapa teman sampai di lokasi ini, melihat indahnya gua maria lawangsih yang memang masih sangat alami ini. Sepulang dari sana, saya sempat membuat gua maria lawangsih ini dalam sebuah berita. Bisa baca di http://www.jogjatrip.com/id/news/detail/1047/eksotisme-gua-maria-lawangsih
Posted on 19 November 2010 pukul 10.56
Profil Gua Maria Lawangsih juga bisa dikunjungi di http://www.jogjatrip.com/id/1171/gua-maria-lawangsih
Posted on 22 November 2010 pukul 09.37
Semoga kami bisa berdoa bersama di goa Maria yang baru saat kami live in 2011. from : guru Tarsisius vireta Tangerang
Posted on 30 November 2010 pukul 09.55
Suasananya mndukung tx berdoa...alami bngtz guanya..
Posted on 1 Februari 2011 pukul 12.31
kalau dari gua jatiningsih ke arah mana ya? tolong penjelsannya?
Posted on 5 April 2011 pukul 18.53
Lha... saya sudah sowan Ibu Maria di Gua Lawangsih tiga atau empat kali. Krasan aku doa di sana.
Posted on 8 April 2011 pukul 23.07
Jadi kepingin ke sana..., ada bisa bantu memberikan info koordinatnya di Google Maps / Earth..?
Posted on 12 Mei 2011 pukul 22.38
pengen sekali kesana,tapi bingung jalannya.
ada yang bisa bantu??
Posted on 22 September 2011 pukul 10.49
Saya baru tahu setelah mengakses situs ini. Saya amat tertarik dan ingin menyaksikan. Sayang masih "buta" sebab dalam situs ini tidak dilengkapi peta sebagai penunjuk jalan. Kalau saya dari Klaten mesti lewat mana? Tolong dong lengkapi dengan peta lokasi untuk memudahkan mencari .....
Posted on 14 Desember 2011 pukul 06.14
masa bunda maria berada di goa...sarang kelelawar lagi...apa ngga ada tempat yg lebih baik lagi,ntar jadi sarang setan kuntilanak dan kalangwewe...hee pisss
Posted on 22 Desember 2011 pukul 11.03
mohon di buatkan links untuk www.santamariapelemdukuh.org terimakasih
Posted on 5 Maret 2012 pukul 09.56
untuk lokasi buka www.santamariapelemdukuh.org
lanjut ke google maps. terimakasih
Posted on 5 Maret 2012 pukul 11.38
bis ukuran medium apa bisa sampai di sekitar gua ?
trimakasih
Posted on 20 April 2012 pukul 22.05
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Posted on 30 April 2012 pukul 23.06
untuk bus medium masih bisa masuk,rombongan dari mana ?
Posted on 30 April 2012 pukul 23.30
Ada teman2 yg bsa bantu rute ke gua maria lawangsih kl dr jl wates km brpa trus kmna ya??
Posted on 16 April 2013 pukul 23.14
akhirnya kampungku punya tempat doa yang nyaman dan hadirnya Bunda Maria.............Bangga saya... kalau liburan niatku mau ziarah ke gua maria lawangsih
Posted on 6 Maret 2014 pukul 11.47
akhirnya kampungku punya tempat doa yang nyaman dan hadirnya Bunda Maria.............Bangga saya... kalau liburan niatku mau ziarah ke gua maria lawangsih
Posted on 6 Maret 2014 pukul 11.48
Untuk aksea jalan apakah sudah jalan aspal semua?
Posted on 5 Oktober 2015 pukul 12.05
http://www.goamarialawangsih.org/2016/09/tentang-goa-maria-lawangsih.html?m=1
Posted on 25 April 2018 pukul 20.27
I truly appreciate this blog post. Much thanks again.
Free ads Melbourne
Post free ads Australia
Free online classified Sydney
Posted on 8 Juni 2021 pukul 17.25
Posting Komentar